Showing posts with label Perawatan Biola. Show all posts
Showing posts with label Perawatan Biola. Show all posts

Menjemur Biola, Perlukah?

“waduh… semoga pak admin ga salah nulis nih ???”… mudah-mudahan :D
Hangatnya sinar mentari pagi, bukan saja sehat untuk manusia, tetapi juga sehat untuk biola (menurut saya)

Sebenarnya menjemur biola sudah saya lakukan kurang lebih sejak 13 tahun lalu. Berawal karena hobiku yang suka “mengutak-atik”, ditambah dengan rasa penasaran akan suara biola milik guruku (almarhum). Ketika itu saya pernah bertanya, “kenapa suara biolanya ibu beda dengan punya saya ya?”, Ia mengatakan : “yaa kalau mau suaranya ‘keluar’, biolanya dijemur”, dijemur? di panas matahari? “iyaa”.

Buset dah, saya sempat tidak percaya, tapi tetap kulakukan hahaha, maka biolaku pun menjadi bahan praktikum. 

Setelah cukup “melanglang buana”, mulai dari membaca, menonton video hingga berpikir sederhana tentang alam sekitar, rasanya saya menemukan alasan sederhana kenapa biola perlu dijemur?, maka saya berani menuliskan secarik pengalaman disini. 

Mengatasi Kelembapan Udara Terhadap Biola (Akustik)

Dalam keseharian, teman-teman pasti sering bertemu dan mungkin memiliki sejumlah pengalaman yang berhubungan dengan apa yang sering disebut-sebut dengan “kelembapan”.


Semua tahu bahwa udara dengan tingkat kelembapan tertentu memiliki pengaruh pada aktifitas kita. Sekarang apa hubungannya dengan biola?

Biola akustik terbuat dari kayu, sejumlah suku cadangnya pun bukan terbuat dari bahan yang tidak mungkin “tidak bisa rusak”, bahkan besi sekalipun dapat rusak akibat kelembapan yang tinggi. Bagaimana dengan biola? – silahkan disimak.

Tips Menyimpan Biola Agar Awet

Murid : Kak, saya mau ijin les biola dulu selama satu bulan, kami sekeluarga hendak pergi liburan ke Bali. Nanti saya kabari kalau mau mulai les lagi…
Guru biola : Oooh oke, selamat berlibur.

Ternyata enam bulan kemudian baru sang murid memberi kabar bahwa dia hendak kembali melanjutkan les. Singkat cerita, ketika tiba di tempat les, ia masuk ke dalam ruang les tetapi dengan wajah sendu sambil berkata :

Murid : Kakaak...

Guru biola : bagaimana ‘dek…?

Murid : senar biolaku putus, dan … (terdiam sejenak) … bodi biola yang bagian atas (top plate) terlepas... 
Guru biola : (tersenyum ringan dengan kening berkerut) ??? dalam hati gurunya berkata – “nambah pekerjaan lagi”…

***

Diskusi singkat diatas hanyalah contoh (bukan kejadian sebenarnya), tetapi pertanyaan yang akan muncul dari kejadian tersebut adalah : 1. Dimana biola kamu disimpan? : dalam lemari?, diletakkan diatas kasur?, atau di gudang?. 2. Bagaimana suhu ruangan tempat biolanya disimpan? : lembap atau tidak? – silahkan simak pembahasannya.

Rapikan Senar, Berikan Pensil Pada Nut Dan Bridge (Sebelum Menyetem Biola)

Horeee saya punya biola baru… casing langsung dibuka, pasang, setem, dan bermain.


Yup, tidak menjadi soal, itulah keinginan seseorang setelah sekian lama mengidam-idamkan biola baru, dan akhirnya terpenuhi.

Saran saya, anda jangan terburu-buru langsung disetem. Biola yang baru saja dibeli, apalagi boleh saya katakan biola “biasa”, rata-rata merupakan biola buatan masal, sehingga detil pembuatannya tidak mendapat perhatian khusus. Apabila itu anda alami, coba perhatikan biola anda baik-baik dan coba cek tips dibawah.

Menurut TipsBiola.BlogSpot, tak peduli harga biola itu murah atau mahal, baru dibeli ataupun baru mengganti senar, ada 3 bagian yang perlu mendapat perhatian khusus, dan penting untuk diperhatikan atau perlu diselesaikan, sebelum mulai menyetem.

1) Kerapian gulungan atau lilitan senar pada tuning peg

Pastikan lilitan senar rapi, tidak saling numpuk, atau bersentuhan dengan senar yang lain, dan memiliki celah pada sisi kanan dan kiri dari bagian dalam pegbox, fungsinya untuk memberi ruang pada saat penyeteman.
Gulungan senar pada biola
Kerapaian Lilitan Senar

Suku Cadang Dan Aksesori Biola Yang Dapat Diganti

Kali ini TipsBiola.BlogSpot ingin memberikan informasi singkat tentang suku cadang (alat) dan atau aksesori biola yang dapat diganti. Apakah penggantiannya dilakukan karena mengalami kerusakan ataupun sengaja diganti dengan kualitas yang lebih baik untuk menunjang proses latihan.

Tuning peg / Peg (Blank Pegs)

Disebut blank pegs karena memiliki diameter yang lebih besar, sehingga kita sendiri yang harus mengampelasnya agar sesuai dengan diameter lubang pada peg box biola kita (maaf saya tidak punya gambar, tetapi anda bisa mencarinya lewat google dengan kata kunci : violin peg).

Selain itu, blank pegs belum memiliki lubang untuk mengkaitkan senar, tujuannya agar letak lubang bisa disesuaikan sendiri, itu berarti anda sendiri yang harus membuatnya dengan menggunakan bor kecil (bisa menggunakan bor pcb : tukang reparasi elektronik (TV, Radio dll) tentu memiliki alat ini, atau dapat anda beli di toko yang menjual komponen elektronik).

Peg (Siap Pakai)

Ini adalah peg yang memang sudah dilubangi untuk mengkaitkan senar (siap pakai), kita tinggal mencocokkan dengan peg box.
peg biola
Ada toko yang menjual tuning peg secara satuan (eceran), tetapi ada juga yang dijual per set (4 buah).

Serbuk Rosin Yang Menempel Pada Bow Dan Biola



Debu Rosin Pada Bow



Namanya juga hair (rambut), sementara kita sendiri senang memegang rambut kita, terutama saat menyisir di depan cermin, “sudah rapi belum yah?”, “sudah rapi belum yah?”… waaah sebaiknya jangan lakukan hal itu pada hair bow anda. Kenapa?



Tangan kita berminyak bahkan kita tidak pernah tau berapa banyak debu yang melekat di tangan kita. Kalau hair bow sering dipegang, maka minyak dan debu/kotoran yang berasal dari tangan kita akan menempel bersama “serbuk” rosin yang terdapat pada bow.

Lihat bagian yang berwarna hitam kecokelatan pada contoh gambar 1 dibawah, itu adalah kotoran yang berasal dari tangan yang sering memegang rambut bow yang bercampur dengan berbagai debu, baik “debu” hars sendiri maupun debu lain, dan menjadi seperti kerak. Ini sulit dibersihkan, dan dapat membuat hair mudah putus. Sedangkan pada gambar 2 dan 3, itu adalah contoh debu rosin yang menempel pada bow stick (tidak pernah dibersihkan).